Minuman tren di kalangan anak muda bali ini sebenarnya sudah menjadi tradisi budaya atau membudaya sejak nenek moyang kita pada jaman dahulu. Arak yang sering kita jumpai itu berasal dari bahan baku pohon nira atau orang bali sering menyebutnya pohon jaka.
Sebelum menjadi arak pohon nira ini mengeluarkan air getah dari buahnya dan getah itu di namakan tuak. Untuk memproses tuak menjadi arak, tuak yang baru turun dari pohon nya tersebut biasanya di diamkan beberapa hari agar gula dalam tuak tersebut memproses menjadi alkohol.
Setelah tuak di diamkan beberapa hari proses selanjutnya adalah penyulingan. Tuak tersebut di suling dengan kayu kopi, dan sehingga dari hasil sulingan tersebut menghasilkan embun yang menetes, dan ini di sebut dengan arak muda arak ini masih terasa sedikit manis dan kadar alkoholnya belum terlalu besar, untuk menjadikan arak yang keras biasanya arak tersebut didiamkan selama 3-5hari.

